Satu Untuk SEMUA Untuk satu

Pengolahan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat

Air yang konsumsi oleh masyarakat Kota Kendari dan Kabupaten Konawe melalui PDAM adalah air yang mengalir dari sungai Konaweeha. Namun tidak pernah disadari bahwa masyarakat hulu sungai ini telah menjaganya secara turun temurun dengan mengabaikan kepentingan mereka terhadap peningkatan ekonominya.

    Gangguan keamanan hutan, yang dituding sebagai peran utama dalam proses eksploitsi ini antara lain: pencurian kayu untuk pertukangan, perencekan, penggarapan hutan secara liar, pengembalaan ternak dan kebakaran hutan. Padahal, negara kita dikenal sebagai negara paru-paru dunia. Ini tercetus dalam Kongres Kehutanan Sedunia VIII yang bertemakan “Forest for People” di Jakarta 1978. Belum lama ini, tertanggal 1 Desember 2007, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengkampanyekan program “tanam sejuta pohon”. “Kalau hutan di daerah kami ini rusak, mau hidup lagi dengan apa kita,” ujar Masi (32).     Pemikiran yang seperti ini hampir tidak lagi ditemui dalam masyarakat kita sekarang. “Hidup kami disini sangat tergantung pada hutan, karena pekerjaan sehari-hari masyarakat disini adalah petani madu, memang tidak semuanya begitu, meski sebagian masyarakat disini adalah petani coklat dan pencari rotan. Tapi, sebagian besar kami disini adalah petani madu hutan” lanjutnya.
    Hal ini terjadi di sebuah perkampungan kecil di pedalaman sungai Konaweeha, tepatnya di desa uwesi kecamatan Uluiwoi, kabupaten Kolaka-Sultra. Uwesi adalah sebuah desa berjarak tempuh 8 jam dari Kota Kendari. Mayoritas 215 kepala keluarga Uwesi, hidup sebagai petani dan pekebun coklat, kemiri, kacang , merica, kopi, sagu, dan sayur-sayuran, rotan dan madu.
    Wilayah perkampungan Uwesi dikelilingi hutan dan gunung yang hijau dan belum terjamah para penjarah kayu. Berada dekat dari pinggir Sungai Konaweha. Mudah menyaksikan kabut memutih dan udara segar di pagi hari.
    Dalam peta yang dibuat YASCITA, sebelah Utara dibatasi dengan Pegunungan Tangkelemboke, Selatan Pegunungan Tamosi sementara sebelah timur, pegunungan Latoma dan sebelah barat pegunungan Mekongga.     Menurut data Dinas Kehutanan propinsi Sultra tahun 2007, di daerah ini terdapat tiga jenis hutan, yaitu Taman Hutan Rakyat (Tahura), Hutan Produksi dan Hutan Lindung. Hasil pantauan , beberapa waktu lalu, menunjukan kalau daerah ini masih memiliki hutan yang lebat, dengan potensi pengolahan madu yang higienis, dapat dipastikan bahwa daerah ini akan menjadi sasaran investor nantinya.
    Salah satu cara pengolahan madu yang unik dilakukan oleh masyarakat daerah ini adalah pengolahan madu hutan dengan sistem iris. Dibanding dengan pengolahan madu sistem peras, teknik pengolahan madu sistem iris dinilai sangat higienis, walaupun dengan kualitas madu yang sama. Tapi harga pasaran madu yang diolah dengan sistem iris jauh lebih mahal ketimbang yang diperas.
    Ketika daerah lain menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor hutan terutama produksi kayu, warga Desa uwesi secara turun temurun tetap bertahan sebagai petani pengelola hasil hutan non kayu terutama madu dan rotan. Tahun 2006, petani madu desa Uwesi telah berhasil memasarkan 60 ton madu dengan kualitas terbaik di Indonesia.
    Masih pada tahun yang sama, petani-petani madu tersebut, atas bantuan perkumpulan YASCITA-Kendari, mereka mulai menghimpun diri dalam Jaringan Madu Hutan Indonesia dan mendirikan koperasi yang bekerja sebagai perantara antara petani madu dengan dunia luar. Perkumpulan YASCITA telah mendampingi warga Alaha dalam melestarikan alamnya sejak tahun 2000. Pendampingan dalam penyadaran tentang pelestarian hutan, pendampingan penguatan ekonomi dan penguatan kapasitas kelompok.
    Menurut Nasrudin (Ketua KSU Uwesi bersinar), upaya pengolahan madu dengan sistem iris ini sudah dijalankan sejak tahun 2006 kemarin, sampai saat ini sudah terdapat 95 orang anggota koperasi yang tergabung dalam 3 kelompok petani madu. Dalam pertemuan antar anggota Jaringan Madu Hutan indonesia (JMHI) tahun 2006 kemarin, kelompok-kelompok petani madu di daerah ini telah mendapatkan pelatihan sebanyak 20 orang dari ICS.
    Dengan mempresentasekan hasil olahan madu kualitas terbaik seluruh dunia yang berkadar air 18%, sedangkan standar tingkat kadar air internasional maksimal 24%.  Hal ini tentu sangat membanggakan bagi kita sebagai anak bangsa telah mampu bersaing dengan negara penghasil madu nomor satu di dunia yaitu India.
    Namun sangat disayangkan, madu yang begitu berkualitas belum mempunyai prospek pasaran yang jelas. Hal ini sangat mengkhawatirkan berbagai pihak, termasuk pemerhati lingkungan. Sebagaimana dikatakan Amir Mahmud (Anggota YASCITA), saat ini masyarakat desa Uwesi belum mendapatkan sentuhan yang cukup baik dari pemerintah. Dikhawatirkan apabila kondisi ini tetap berlanjut, dimana hasil olahan madu dari masyarakat tidak terpasarkan dengan baik, maka dapat dipastikan masyarakat akan beralih profesi sebagai penebang pohon, ini akan terjadi ketika kondisi perekonomian masyarakat semakin terpuruk. Dilain sisi keinginan investor yang masuk untuk mengeksploitasi hasil hutan ini tidak dapat dibendung lagi.
    Aktivitas petani madu di daerah ini, secara tidak langsung memberikan kontribusi yang nyata untuk kelestarian hutan disekitarnya. Mereka memanen madu dengan tidak merusak ekosistem hutan. Hal ini karena ketergantungan masyarakat terhadap hutan masih sangat erat sekali

5 responses

  1. yudios

    Maju terus petani madu Indonesia. terus berusaha, menabung dan meninba ilmu. Kesuksesan InsyaAllah akan datang segera.

    Agustus 19, 2008 pukul 9:10 am

  2. indra

    saya harap akan banyak lagi orang-orang indonesia yang dapat menggunakan SDA di negeri ini secara baik dan benar sehingga memberikan kontribusi yang maksimal bagi perekonomian bangsa

    Desember 15, 2008 pukul 11:47 pm

  3. mahachala

    Halooo mahacala unhalu

    salam lestari…
    ajari kami seprtimu…
    ajari kami bercinta dengan alam….
    ajari kami agar tidak mati konyol di sana…
    ajari kami agar kami tak sekedar menjadi sampah di sana…

    Januari 7, 2009 pukul 3:00 am

  4. pesankaosonline

    Selamat dan sukses, semoga selalu dimudahkan jalannya. dan yang pasti beranjangsana serta silaturahmi merupakan pembuka pintu rejeki.

    terima kasih banyak, support dan simpati buat blog ini, Jaya dan Maju … Sukses …

    dari albahaca production, 0815 7020 271
    http://pesankaosonline.wordpress.com

    Februari 14, 2011 pukul 3:05 am

  5. baiklah maju terus pantang mundur

    April 6, 2011 pukul 12:46 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s